Kamis, 24 April 2014

Cara mengurangi sifat konsumtif anak

mengurangi sifat konsumtif anak
Hal yang wajar ketika anak minta kepada orang tua untuk membeli jajanan, minuman ataupun membeli sesuatu untuk memuaskan keinginan dan rasa penasaran. Anak cenderung memiliki sifat bersaing yang tinggi saat bermain dengan teman bermainnya, terlebih saat melihat temannya mempunyai benda yang tidak dimilikinya dan anak menginginkannya lebih dari apa yang dimiliki temannya. Sudah menjadi tugas dan tanggung jawab sebagai orangtua untuk mengajarkan anak dan mengurangi sifat konsumtif ini. Seperti pepatah buah jatuhnya tidak jauh dari pohonnya karena sifat orangtua tidak jauh berbeda dengan anaknya.
Mencegah sifat konsumtif dimulai dari rumah sendiri, sebagai orang tua tidak menunjukkan sifat konsumtif yang berlebihan kepada anak. Mengajarkan anak untuk menabung dari sebagian uang yang dimilikinya, dan memberikan hadiah ataupun penghargaan saat anak bisa mencapai jumlah tabungan yang disepakati bersama. 
Memberikan pengertian anak untuk lebih menghargai uang saat membelanjakannya, melalui cerita bagaimana memperoleh uang dalam jumlah tertentu dengan bekerja sekian waktu. Mengumpulkan dan mencatat semua keinginan anak kemudian tanyakan alasannya, apakah masuk akal dan memang benar dibutuhkan. Tidak selalu menuruti permintaan anak, kecuali anak mencapai prestasi di sekolahnya. Contoh anak bisa mendapatkannya sepeda keinginannya setelah mendapat rangking di kelas dengan perjuangan belajar giat disekolah.
Mengajarkan anak untuk menjaga dan merawat pada semua permainan dan perlengkapannya yang lama, agar tidak cepat rusak dan tidak menggantikan dengan yang baru bila masih bisa digunakan. Mengajak anak jalan liburan ke kebun binatang, mengenalkan alam sekitar dan sebisa mungkin menghindari pergi ke mal, kalaupun kesana beri pengertian anak untuk tidak belanja berlebihan. Arahkan anak saat berteman lebih menampilkan kemampuan dan keahlian bukan berteman dengan memamerkan barang yang dimilikinya. Semoga bermanfaat.