Senin, 10 Maret 2014

Cara menghitung upah lembur pada Excel

cara menghitung upah lembur pada excelBerikut penulis mencoba berbagi apa yang pernah dibuat semasa bekerja ditempat yang lama, membuat penghitungan upah lembur/ overtime dengan Ms Excel bedasarkan absensi karyawan yang diinput secara manual.
Memang mesin absensi sudah menggunakan absen sidik jari tetapi belum dimanfaatkan secara optimal dengan pengolahan sistem database yang dihubungkan ke bagian HRD untuk memudahkan penghitungan upah lembur / overtime yang harus dibayarkan perusahaan kepada karyawannya, dengan pertimbangan dari mahalnya pembuatan/ pembelian sebuah program tersebut.

Hasilnya dapat dilihat pada gambar dan bisa di download untuk contoh Excelnya.

Beberapa dasar penghitungan upah lembur sesuai Keputusan Menteri No. 102/MEN/VI/2004 :
a.Penghitungan upah lembur berdasar pada upah bulanan dan besarnya upah kerja lembur dalam sejam adalah upah sebulan dibagi 173
b.Pada hari kerja = jam kerja pertama dibayar 1.5 x upah sejam dan setiap jam kerja berikutnya dibayar 2 x upah sejam
c.Penghitungan upah lembur untuk sistem 6 hari kerja dalam seminggu yaitu 7 jam kerja dalam sehari atau 40jam dalam seminggu adalah:
- pada hari istirahat mingguan atau hari libur resmi = 7 jam pertama dibayar 2x upah sejam, jam ke 8 dibayar 3x upah sejam, jam ke 9 dan jam ke 10 dibayar 4x upah sejam.
- pada hari libur resmi jatuh pada hari kerja terpendek = 5 jam pertama dibayar 2x upah sejam, jam ke 6 dibayar 3x upah sejam, jam ke 7 dan jam ke 8 dibayar 4 x upah sejam.
d.Penghitungan upah lembur untuk sistem 5 hari kerja dalam seminggu yaitu 8 jam kerja dalam sehari atau 40jam dalam seminggu adalah:
- pada hari istirahat mingguan atau hari libur resmi = 8 jam pertama dibayar 2x upah sejam, jam ke 9 dibayar 3x upah sejam, jam ke 10 dan ke 11 dibayar 4x upah sejam.

Disini penulis akan membahas penghitungan upah lembur /overtime dengan sistem 5hari kerja dalam seminggu, 8 jam kerja + 1jam istirahat.
Perusahaan memberikan kebijakan penghitungan mulai jam kerja karyawan berdasarkan jam kedatangan karyawan di kantor bukan jam jadwal sesuai rooster, agar karyawan bersemangat dan terpacu untuk datang tidak terlambat.

Penghitungan lama lembur pada hari kerja:
- maksimal lembur pada hari kerja adalah 15jam
menggunakan rumus =IF((IF(MINUTE(F6-$G$3)>=45;HOUR(F6-$G$3)+1;HOUR(F6-$G$3)))>=15;15;(IF(MINUTE(F6-$G$3)>=45;HOUR(F6-$G$3)+1;HOUR(F6-$G$3))))
- penghitungan upah lembur pada hari kerja => jam 1 = 1,5* upah sejam + jam berikutnya = 2* upah sejam
menggunakan rumus = G6*2-0,5

Penghitungan lama lembur pada hari istirahat mingguan / hari libur resmi:
- maksimal lembur pada hari istirahat mingguan / hari libur resmi adalah 24jam dan penghitungan pengurangan 1jam pada hari istirahat atau libur resmi dengan kebijakan pada jam ke 9
menggunakan rumus =(IF(F6>=$G$3;(IF(F6<=$G$3;(IF((MINUTE(F6)>=45);(HOUR(F6)+1);(HOUR(F6))));(IF((IF((MINUTE(F6)>=45);(HOUR(F6)+1);(HOUR(F6))))>=24;24;(IF((MINUTE(F6)>=45); (HOUR(F6)+1);(HOUR(F6))))))))-1;(IF(F6<=$G$3;(IF((MINUTE(F6)>=45);(HOUR(F6)+1);(HOUR(F6))));(IF((IF((MINUTE(F6)>=45);(HOUR(F6)+1);(HOUR(F6))))>=24;24; (IF((MINUTE(F6)>=45);(HOUR(F6)+1);(HOUR(F6))))))))))
- penghitungan upah lembur pada hari istirahat mingguan atau hari libur resmi => 8 jam = 2* upah sejam + jam ke 9 = 3* upah sejam + jam berikutnya = 4x upah sejam.
menggunakan rumus =IF(G6<=$H$3;G6*2;G6*4-17)

Pembahasan diatas merupakan lanjutan pembahasan sebelumnya "Cara menghitung waktu lembur/overtime pada Excel" seperti maksimal lembur kerja 15jam, kantor beroperasi 24jam dengan shift pagi dan malam.


semoga bermanfaat.